Rabu, 28 Oktober 2015

Fungsi dari Northon Ghost dan cara kerjanya

Norton Ghost adalah salah satu utiliti untuk membackup dan restore data harddisk ke harddisk atau media lain.Ghost juga memiliki fitur kompatibel dengan hardware terbaru seperti kemampuan mengcopy pada SATA device serta tambahan untuk melakukan backup dan restore melalui networking (LAN).



Fungsi Ghost adalah melakukan backup atau restore harddisk baik untuk standalone PC maupun antar network. Anda dapat melakukan backup partisi atau disc melalui antar computer dengan mentranfer file ke computer lain didalam sebuah jaringan network
Pemakaian Ghost untuk network dibedakan dengan status sebagai computer Slave dan Master.
Status computer Slave difungsikan sebagai computer penampung, penyimpan atau storage. Terdapat 2 program yang dapat digunakan sebagai status Slave yaitu Ghost untuk peer to peer atau GhostCast Server (GhostSRV) didalam computer Slave
Untuk status Master adalah computer lain yang akan mentranfer file ke computer Slave dan menyimpan file Ghost pada harddisk Slave. Atau untuk memudah pengertian Master, adalah computer yang akan membackup data dari harddisk baik partisi maupun seluruh isi harddisk dan mengirim datanya ke computer slave untuk disimpan dan dijadikan sebuah image file.
Norton Ghost 14.
Dengan Norton Ghost 14, Anda dapat melindungi dokumen, catatan keuangan, presentasi, foto, musik, video, dokumen bersejarah, atau data digital lainnya.
Anda dapat membuat jadwal sendiri kapan akan mem-back-up data di komputer dan Norton Ghost 14 akan mendeteksi secara otomatis perubahan pada komputer Anda dan akan mem-back-up sambil Anda berkerja.
Norton Ghost 14 juga mudah untuk dikonfigurasi. Contohnyaback-up dapat dimulai ketika aplikasi tertentu dijalankan atau ketika jumlah data pada hard drive bertambah. Jika mengalami masalah dengan komputer, Anda juga dapat menyimpan file, folder, atau bahkan keseluruhan drive, untuk mengembalikan setting komputer seperti pada saat awal. Selain itu, Norton Ghost 14 juga andal dalam mengatasi berbagai masalah, seperti serangan virus, kesalahan menginstal software, kesalahan pada hard drive yang dapat membuat data korup atau hilang, file tidak sengaja dihapus, atau ditiban dengan file lain dan juga file rusak.
Proses instalasi sistem operasi seringkali menjadi hal yang sangat menjemukan. Terutama apabila Anda termasuk orang yang risih jika instalasi OS Anda tidak stabil atau lemot.
Untuk melakukan praktek, kita perlu program Cloning Tool. Sebenarnya banyak sekali program semacam ini yang beredar di pasaran, diantaranya Symantec/Powerquest Disk Image, Roxio GoBack, Windows System Restore, dll. Nah, kali ini kita akan ‘bermain’ dengan Program Norton Ghost 11.5 yang dapat Anda temukan dalam CD Hiren’s Boot CD 9.8
Norton Ghost menyediakan fungsi backup dan restore dengan mudah. Dengan bantuan Hiren’s Boot CD, Anda bisa melakukan prose backup dan restore instalasi Sistem Operasi Anda dengan mudah, praktis dan cepat
Persiapkan perlengkapan yang dibutuhkan sebagai berikut:
• Komputer atau Notebook target yang dilengkapi drive CD/DVD untuk menjalankan Hiren’s Boot CD. Saya sarankan minimal terdapat 2 partisi, sistem C:/ atau drive yang berisi instalasi Windows dan partisi lain untuk menyimpan image
• CD Hiren’s Boot CD 9.8 berisi Norton Ghost 11.5 atau Hiren’s Boot USB Flashdisk
• Flashdisk/keping DVD untuk menyimpan backup file image (Optional)
Prinsip kerja norton ghost
Pada dasarnya, ada dua langkah yang Anda lakukan
1. Membuat backup Data Partisi PC yang berisi Sistem Operasi Windows ke dalam File Image . File ini berisi rekaman komplit file sistem operasi Anda berikut program yang telah ter-install didalamnya. File ini harus disimpan di partisi selain partisi Windows itu sendiri. Misalnya Anda punya C:/ yang bersi instalasi Windows, Anda harus menyimpan file image di partisi selain C:/. Itulah mengapa di atas saya menyarankan minimal ada 2 partisi.Langkah ini mutlak diperlukan jika Anda ingin bisa melakukan langkah restorasi/pemulihan sistem dengan cepat. Dengan kata lain, tanpa adanya file Image Anda tidak bisa melakukan restorasi Windows.
2. Restorasi Windows. Jika terjadi sesuatu, anda bisa memanggil file backup yang telah Anda buat sebelumnya untuk memulihkan instalasi Windows persis seperti saat file image dibuat.
3. Langkah Pertama, Membuat File Image.

1. Masukkan Hiren’s Boot Flashdisk USB atau Hiren’s Boot CD sesuai dengan preferensi Anda.
2. Nyalakan komputer, masuk ke BIOS dengan menekan DEL/F2/F8/F12 sesuai dengan BIOS PC Anda.
3. Masuk ke Bagian Boot Sequence/Urutan Booting. Pastikan media yang Anda gunakan menempati urutan pertama booting. Misalnya: Anda memilih menggunakan CD Hiren’s, pastikan CDROM berada pada posisi booting pertama.
4. Pada menu Booting Hiren’s, pilih ‘Start Boot CD’
5. Pada Menu Utama Hiren’s, Pilih [2.] Backup Tool > [2.] Norton Ghost 11.5 > [8.]Ghost (Normal). Tunggu beberapa saat hingga program Norton Ghost berjalan. Klik [OK]
6. Pilih Menu > Local > Partition > To Image untuk menyimpan partisi ke dalam sebuah file image.
7. Pilih Harddisk Fisik yang akan di backup. Biasanya Windows ada pada Local (1) seperti pada contoh, [OK].
8. Tentukan Partisi Harddisk mana yang akan digunakan untuk menyimpan file backup image. Beri nama pada file, misalnya Backup_1 kemudian klik [SAVE]. Perhatikan bahwa harddisk ditulis dalam urutan seperti berikut; D:1.2:[DATA] FAT, artinya adalah:
D: = Drive D:
1.2: = merupakan Harddisk Fisik Pertama Partisi Kedua
[DATA] = label DATA
9. FAT = File System FAT32
CARA MENGGUNAKAN NORTON GHOST
1. Install Norton Ghost pada hard disk yang akan kita jadikan source.
2. Kemudian pasang hard disk yang akan jadi target kloning.
3. Boot komputer dengan menggunakan hard disk source, masuk ke windows.
4. Jalankan norton ghost, Pilih Ghost Advanced, kemudian pada menu yang muncul, pilih Clone.
5. Pilih hard disk yang akan menjadi target, karena hard disk source secara otomatis sudah dipilih oleh Ghost.
6. Setelah klik Next, windows akan reboot dan masuk ke program Norton ghost cloning disk.
7. Tunggulah hingga proses mencapai 100% atau hingga komputer reboot lagi.
Baca selengkapnya

10 Perintah Short Key di keyboard beserta fungsinya

1. CTRL+C (Copy)
2. CTRL+X (Cut)
3. CTRL+V (Paste)
4. CTRL+Z (Undo)
5. DELETE (Hapus)
6. SHIFT+DELETE (Menghapus item secara permanen tanpa masuk ke Recycle Bin)
7. CTRL sambil menyeret item (Meng-Copy item yang dipilih)
8. CTRL+SHIFT sambil menyeret item (Membuat shortcut untuk item yang dipilih)
9. TOMBOL F2 (Mengubah nama item yang dipilih)
10. CTRL+PANAH KANAN (Memindahkan pointer ke awal kalimat selanjutnya)



Sumber
Baca selengkapnya

Pengertian Get Data Back

       Getdataback adalah aplikasi computer atau software untuk mengembalikan data yang hilang baik terformat atau hilang terhapus. Getdataback bisa mengembalikan file hilang baik komputer dan laptop atau hardisk eksternal. Baik hardisk dengan system FAT (file allocation Table)maupun NTFS  (NT File Sistem).

Get Data Back sendiri ada 2 jenis :
1. Get Data Back for FAT32 : yaitu untuk mengembalikan data di partisi FAT32
2. Get Data Back for NTFS : yaitu untuk mengembalikan data di partisi FAT32

Jadi sebelum anda mulai proses, pastikan dulu jenis partisi apa yang akan anda recovery datanya, FAT32 ataukah NTFS.



Langsung aja, Cara Recovery Data dengan Get Data Back :
menggunakan Get Data Back 2.31 for NTFS untuk mengembalikan data hilang di Harddisk dengan partisi NTFS

Persiapan alat :
1. Program Get Data Back harus yang full version,
kalau tidak full anda hanya akan bisa melihat data anda tapi tidak bisa mengembalikan ( mengcopy ) data anda kembali. Anda bisa download program ini di 4shared.com, rapidlibrary.com, dll, sangat banyak sekali dapat anda temukan.

2. Komputer dengan windows XP yang normal.

3. Harddisk atau Flash disk untuk tempat penyimpan hasil recovery dengan kapasitas sesuai dengan data yang akan anda recover / kembalikan.

Panduan Cara Recovery Data dengan Get Data Back :

1. Install program Get Data Back di komputer normal. Ingat harus yang full.

2. Pasang Harddisk yang akan direcovery sebagai hardisk kedua (secondary) di komputer normal tadi.

3. Jalankan program Get Data Back 2.31 for NTFS,

4. Pastikan pilihan Logical Drives terpilih, terus Next




5. Pilih partisi / keseluruhan hardisk yang akan di recover. Dalam contoh ini saya memilih partisi I pada hardisk I.(yang di blok hijau)kemudian NEXT.




6. Pilih sesuai kebutuhan anda. "Search Entire Drive" akan melakukan scan ke seluruh permukaan Harddisk. Opsi "Search Partial Drive" hanya akan melakukan scan ke bagian yang kita pilih saja. Saya pilih "Search Partial Drive", Next.


                                
7. Kemudian program Get Data Back akan melakuan scanning data. Proses ini akan memakan waktu cukup lama, tergantung dari kecepatan CPU dan besarnya kapasitas harddisk yang direcovery.




8. Setelah proses scanning selesai maka akan tampil seperti gambar dibawah ini. Di situ biasanya ada banyak pilihan, kebetulan yang dicontoh ini ada 2 pilihan. Semua pilihan itu berisi data yang anda recovery. Anda dapat memilih satu satu secara bergantian dengan menekan menu BACK. Untuk pertama kali pilih yang paling atas. Kemudian pilih NEXT.



9. Get Data Back akan mengembalikan Data Anda.





10. Setelah proses, maka akan tampil directory data yang siap anda recovery. Pilih Data yang akan anda recovery. Jika sudah Anda temukan, klik kanan pada folder kemudian pilih Copy dan Simpan di media sekunder yang sudah Anda persiapkan sebelumnya.



"Jangan menyimpan file hasil recovery ini ke dalam drive/partisi yang sedang Anda recovery saat ini. Hal ini bisa mengakibatkan hilangnya data yang lebih besar."




11. Selesai

Program Get Data Back ini sudah sering saya gunakan, dan hasilnya cukup memuaskan, walaupun terkadang ada beberapa file yang rusak yang tidak terselamatkan. File yang rusak ini disebabkan oleh tertumpuknya file lama dengan file baru atau bahkan karena memang harddisk telah mengalami kerusakan fisik di piringan tempat menyimpan data. Tapi minimal masih banyak file yang dapat terselamatkan.
Sumber
Baca selengkapnya

Jumat, 23 Oktober 2015

Manfaat penerapan teknologi Remote Desktop

 PENGERTIAN
Aplikasi remote desktop merupakan aplikasi yang disediakan untuk membantu anda dalam mengontrol atau mengawasi komputer lain dari jarak jauh atau dari tempat yang berbeda. Untuk  aplikasi remote desktop ini memang  banyak digunakan untuk keperluan administrator jaringan. Dengan menggunakan remote dekstop, kita dapat mengakses komputer kerja kita menggunakan perangkat komputer  yang lain. Remote dekstop memberikan kepada kita kontrol penuh terhadap komputer kerja, seperti kita melihat langsung di depan monitor kita sendiri. Pada saat kita menggunakanayanan remote dekstop dari komputer lain, komputer kerja kita akan secara otomatis mengunci dirinya sehingga orang lain tidak dapat masuk mengakses
komputer kita selagi kita gunakan. Untuk mengembalikan ke status semula, kita bisa melakukan “disconect”.





MANFAAT REMOTE DESKTOP
 Ini adalah beberapa manfaat dari remote dekstop, tentunya masih banyak lagi efisiensi yang bisa kita lakukan dengan memanfaatkan fasilitas remote dekstop ini. Kita dapat membiarkan komputer tetap bekerja ketika kita meninggalkan ruang kerja, dan kita tetap dapat melihat kerja komputer kita dengan menggunakan komputer yang lain
.

 Efisiensi dalam presentasi
 Dalam hal ini, kita dapat mengakses semua aplikasi yang kita punya, semua file dan semua sumber yang terhubung dengan komputer kita. Seperti kita bekerja langsung dengan komputer kerja kita. Sehingga saat presentasi, kita tidak perlu khawatir kekurangan data.
 Mengajar di ruang kelas tanpa membawa flashdisk
 Jika ruang kelas kita sudah terhubung dengan jaringan yang terhubung dengan ruang kerja kita, dan sudah di routingkan, maka kita dapat langsung mengakses bahan-bahan yang akan kita ajarkan yang ada di komputer kerja kita dari ruang kelas. Tidak hanya file power point, file video ataupun file dokumen saja tapi juga bisa aplikasi-aplikasi tertentu yang di perlukan.

Sumber
Baca selengkapnya

Keuntungan Penggunaan Thin Client

Thin Client Network merupakan suatu metode organisasi sumber daya personal computer dalam suatu jaringan dengan memanfaatkan system pemroses yang terintegrasi secara terpadu pada suatu server. Jadi, personal computer yang dimiliki pengguna/client cukup membutuhkan modul interface dan perangkat I/O (monitor, keyboard, mouse, dan perangkat peripheral lain) yang terkoneksi ke server.





Menurut Joel Canter, jaringan Thin Client adalah suatu lingkungan jaringan, yang mana Client berfungsi  sebagai terminal yang mengakses data dan aplikasi dari computer Server. Secara terpusat pengolahan data dilakukan oleh Server. Sedangkan Client hanya memproses input dari Keyboard, Mouse, dan keluaran berupa tampilan atau gambar (display), hal ini karena proses seutuhnya dilakukan oleh Server. Server utama menyediakan aplikasi dan sumber daya lainnya untuk sejumlah besar Terminal. Terminal (Client) hanya cukup mengoperasikan Mouse, Keyboard dan Monitor, Client dapat menjalankan berbagai aplikasi yang terinstall pada Server. 







Thin Client Server Computing (TCSC) merupakan suatu konsep jaringan komputer yang menekankan proses komputasi pada sisi Client yang berkinerja seminimal mungkin. Dalam konsep TCSC, terdiri dari Server dan Client, sisi Client disebut juga dengan Thin Client karena dapat menjalankan banyak  aplikasi yang terinstal pada Server dengan spesifikasi dibawah standar (sisi Client), seperti menjalankan MS Office XP dengan prosesor 486. Pada generasi pertama jaringan komputer, konsep Thin Client Server Computing (TCSC) juga sudah digunakan dan lebih dikenal dengan istilah dumb terminal, yaitu Client hanya digunakan untuk memberi input dan melihat hasil dari Server lewat tampilan.

Salah satu kelebihan dari konsep Thin Client Server Computing adalah kompetibilitas. Sistem yang sudah ada, seperti Client-Server, bisa  diterapkan bersamaan dalam satu jaringan dengan Thin Client Server Computing. Karena dalam  penerapannya Thin Client Server Computing tidak merubah secara keseluruhan sistem maupun infrastruktur yang sudah ada.

Software yang ada untuk Thin Client

Software BeTwin adalah salah satu software yang memungkinkan dua sampai lima user untuk berbagi kemampuan komputerisasi dan sumber daya dari satu buah komputer. Semua user dapat secara serentak melakukan segala pekerjaan yang diinginkan untuk dijalankan pada Windows yang digunakan. Software BeTwin dapat didownload pada website, merupakan software demo yang masa percobaannya selama 15 hari yang kemudian harus melakukan registrasi otomatis yang terkoneksi melalui internet.


Cara Kerja Thin Client Network

Thin Client bekerja dengan cara yang berbeda dengan personal computer umumnya. Pada thin client, setiap pengguna langsung menggunakan divais Input-Output Personalnya, sedangkan pemrosesan dan eksekusi terhadap program yang hendak dijalankan dilakukan oleh sumber daya pada server.
Pertama, personal computer si pengguna akan membangun koneksi dengan PC Server. Secara teknis, Aktivitas ini dilakukan oleh modul I/O interface pada computer pengguna, dimana pada modulnya telah ada program kecil yang berguna untuk booting koneksi, mengirimkan permintaan ke PC Server. Lalu, permintaan diterima computer server melalui program penerima hubungan untuk dihubungka ke system virtualisasi yang telah dialokasikan untuk pengguna. Kemudian, pengguna dapat menggunakan aplikasi yang tersedia pada desktop virtual pengguna. Instruksi dan data yang diproses selama program dijalankan, semuanya dilakukan oleh system pemroses pada Server.




                   Gambar salah satu jenis perangkat I/O yang dipasang pada monitor Client

 
Keuntungan Penggunaan Thin Client


  •   Minim Biaya Perawatan, karena yang membutuhkan perawatan hanya PC Servernya saja.
  •   Harga Lebih Murah, jika dibandingkan dengan harga sebuah PC biasa.
  •   Hemat Listrik, karena hanya membutuhkan daya 5 watt / PC Client.
  •   Biaya Up-Grade lebih murah, karena yang di Up-Grade cukup PC Servernya saja.
  •   Tidak Berisik, karena tidak terdapat fan / bagian yang bergerak lainnya.
  •   Hemat Tempat, dapat ditempelkan di belakang LCD / ditempatkan disamping Monitor.
  •   Mudah mengontrol penyimpanan data di semua PC Client, karena semua penyimpanan data   Client  terletak di satu Harddisk.
  •   Kerusakan Hardware / Software akibat Power Loss / gangguan listrik dapat di minimalisir, karena PC Client lebih tahan terhadap kerusakan akibat gangguan listrik.
  •  Client tidak dapat melakukan proses Instalasi Program, sehingga dapat menghindari Program-program yang tidak berguna terinstal di PC Client.
  •   Tidak Mudah Terinfeksi Virus, karena virus tidak dapat mengakses System.Sangat Ringan dan mudah di pindah-pindah.
Sumber
Baca selengkapnya

Pengertian Terminal Service

Apa itu Terminal Services?

Beberapa pengertian tentang Terminal Services adalah sebagai berikut:

"Sebuah tool untuk memanage komputer dari jarak jauh "

"Pengembangan dari sistem operasi Windows yang memungkinkan user untuk menjalankan sistem operasi dan aplikasi yang berjalan di Windows melalui terminal emulasi "

"Merupakan fasilitas yang dapat di gunakan untuk memanfaatkan hardware dengan kemampuan rendah (lama) agar dapat menjalankan aplikasi terbaru"

"Sebuah layanan yang digunakan untuk mengakses data, aplikasi sampai desktop Windows yang terdapat di sebuah Komputer/Server jarak jauh melalui sebuah jaringan"

Banyak orang yang memiliki deskripsi tersendiri tentang Terminal Services.

"Trus mana dong dari pengertian di atas yang benar?"

Semua pengertian di atas adalah benar. Dengan beragamnya pengertian Terminal Services justru menunjukkan bahwa Terminal Service adalah sebuah Service/Tool yang populer serta sangat ampuh di dunia IT.



Terminal Services sangat cocok di gunakan untuk pengembangan aplikasi yang terpusat (tersentralisasi), perusahaan2 yang masih banyak memiliki komputer lama (dengan resource yang rendah) dan tidak mampu melakukan peremajaan resource, tidak terlalu membutuhkan bandwidth yang besar dan sangat cocok untuk lingkungan intranet.

Dalam hal ini bukan tidak cocok untuk menggunakan koneksi internet tapi dengan melakukan koneksi ke Terminal Server dengan menggunakan protokol RDP tanpa dibungkus dengan enkripsi maka akan sangat riskan dan rawan ancaman dari cracking.

Tapi jangan khawatir dengan hal itu karena di Windows 2008 Server Terminal Services hadir dengan kemampuan baru yang salah satunya adalah Terminal Service Gateway-nya yang mengijinkan user untuk melakukan koneksi ke Terminal Server dengan manggunakan protokol HTTPS yang menggunakan port 443. Dengan menggunakan protokol HTTPS koneksi ke server akan dienkripsi dan hal ini akan membuat koneksi jauh lebih aman, untuk lebih detailnya akan saya bahas dalam artikel berikutnya.

Sumber
Baca selengkapnya

Pengertian Thin Client

Thin client adalah perangkat komputer kecil atau ramping atau tipis dengan biaya rendah, dan dikelola secara terpusat di server tanpa CD-ROM, disket dan hardisk. Gagasannya adalah untuk membatasi kemampuan komputer pada umumnya dari aplikasi lain yang seharusnya tidak digunakan.
Thin client ini tidak rentan terhadap serangan malware bahkan pada merk tertentu tidak rentan terhadap virus, memiliki daya tahan hardware lebih lama, penggunaan daya listrik yang sangat kecil dengan harga yang lebih
murah.
Thin client juga dapat disebut sebagai suatu perangkat dengan aplikasi perangkat lunak yang menggunakan model client-server dimana server melakukan semua proses tersebut.
Thin client dapat menjadi solusi biaya-efektif untuk bisnis atau organisasi yang memerlukan beberapa komputer yang semuanya melakukan hal yang sama. Sebagai contoh, siswa di kelas semua bisa menjalankan program yang sama dari server, masing-masing menggunakan mesin thin client sendiri. Karena server menyediakan perangkat lunak untuk setiap komputer pada jaringan, tidak perlu untuk setiap NC memiliki hard drive. Thin client juga lebih mudah dikelolala dalam jaringan komputer karena masalah perangkat lunak hanya perlu dikelola hanya di server, bukan pada setiap komputer.

Definisi lain thin client adalah sebuah komputer client yang bergantung pada server untuk melakukan pengolahan data, dapat berupa dedicated thin cliet terminal atau PC biasa yang menggunakan perangkat lunak thin client untuk mengirim input keyboard dan mouse ke srver dan menerima output dari server ke layar thin client tersebut. Thin client tidak memproses data apapun, melainkan hanya proses user interface (UI) saja.




Ada tiga cara thin client digunakan. Dua yang pertama adalah thin client tradisional, pengolahan hanya user interface (UI), dan yang ketiga adalah variasi proses data.


1 – Shared Services (UI Processing)
Menggunakan perangkat lunak shared terminal services seperti Windows Terminal Services, Windows Remote Desktop Services atau Citrix XenApp, pengguna berbagi sistem operasi dan aplikasi di server kepada semua pengguna stations thin client. Meskipun disajikan atau ditampilkan dengan desktop mereka sendiri, pengguna tidak memiliki fleksibilitas yang sama seperti yang mereka lakukan dengan PC pada umumnya, sebab teknologi ini membatasi terminal thin client hanya untuk menjalankan aplikasi yang ditentukan oleh server misalnya tugas-tugas sederhana seperti membuat folder dan shortcut. Lihat Terminal Services, Jasa Desktop Remote dan XenApp Citrix.
2 – Desktop Virtualization (UI Processing)
Menggunakan produk seperti VMware Desktop Manager (VDM), komponen VDI di Layanan Remote Desktop dan Citrix XenDesktop, desktop masing-masing pengguna (OS dan aplikasi) berada di partisi terpisah di server disebut “mesin virtual” (VM). Pengguna pada dasarnya disajikan dengan PC mereka sendiri, kecuali jika secara fisik berada jauh dari server di datacenter. Mereka dapat memodifikasi desktop dan menambahkan aplikasi mereka bisa dengan PC mereka sendiri (“fat client”). Untuk rincian pada arsitektur virtual mechine, anda dapat lihat virtual mechine : Remote Desktop Services, Citrix XenDesktop, VMware dan virtualisasi desktop.
3 – Browser Based (Pengolahan Data)
Pendekatan ini menggunakan PC biasa yang terhubung ke Internet, dan aplikasi dijalankan di web browser. Meskipun mesin pengguna melakukan pengolahan data komputasi thin client, proses ini diatur oleh software dan data yang diambil dari jaringan sangat sedikit, jika ada, disimpan secara lokal.
Web-based e-mail adalah contoh pengolahan berbasis browser, dan aplikasi berbasis Web seperti Google Apps dan Zoho juga sangat populer (lihat SaaS). Dalam beberapa kasus, model seperti ini adalah pendekatan dari “jaringan komputer”, yang gagal karena pernah mengurangi harga PC (lihat komputer jaringan).

Sumber
Baca selengkapnya