Rabu, 17 Februari 2016

Fungsi add-ons CopFilter di dalam IPCop

Pengembangan IPCop terus berlanjut. Perubahan yang signifikan terjadi pada rilis 1.4.0 yang dirilis pada Oktober 2004.
Terdapat banyak addon atau plugin tambahan IPCop yang dikembangkan oleh banyak developer, meskipun bukan bagian dari project IPCop sendiri, seperti Advanced Proxy, URL Filter, QoS, email virus checking dan lain lain.




    URL Filter

kemampuan untuk mem-blok akses ke situs-situs tertentu dengan berbagai kategori seperti situs porno, judi online, situs-situs yang mengandung konten berbahaya seperti virus dan phising, serta situs-situs lain yang ingin kita blok. Intinya semua situs bisa kita blok melalui IPCop. Serta banyak lagi kemampuan-kemampuan IPCop dalam rangka memanage jaringan lokal kita.

     Advance Proxy

memperluas fungsi web proxy mereka dengan banyak fitur tambahan serbaguna dan berguna. Paket berisi biner cumi-ulang dengan pilihan konfigurasi lanjutan untuk fleksibilitas maksimum. Antarmuka pengguna Lanjutan Proxy grafis memberi Anda akses ke pengaturan lebih dari built-in proxy yang tidak GUI.

     Cop Filter

Untuk menyecan/menyaring email POP3 dan SMTP dari virus danspam. Dan untuk menjaga akses HTTP dan FTP dari virus. jadi Jika virus ditemukan,maka akses ke halaman web atau file akan ditolak.

    Bandwidth Monitoring

Fungsi dari Bandwidth Monitor ini sendiri adalah memonitor kecepatan download dan upload dari koneksi internet yang sedang kita gunakan. Bandwidth Monitor ini sendiri cukup sederhana tampilannya sehingga mudah untuk saat melakukan monitor.
Baca selengkapnya
Fungsi konfigurasi ethernet Orange, Red, Blue, Green di dalam IPCop Linux

Fungsi konfigurasi ethernet Orange, Red, Blue, Green di dalam IPCop Linux

Tipe Network Interface

Untuk mempermudah pengamanan jaringan yang dikelolanya, IPCop membagi jaringan menjadi segmen-segmen, setiap segmen akan mendapatkan perlakuan pengamanan yang berbeda. Pembagian segmen jaringan ini dilakukan dengan penggunaan network interface yang berbeda untuk setiap segmen. Network interface IPCop dibedakan menjadi empat berdasarkan fungsinya masing-masing, yaitu RED, GREEN, BLUE, dan ORANGE.

RED interface adalah kartu jaringan yang terhubung ke Internet atau biasa disebut sebagai untrusted network. RED interface dianggap sebagai sumber traffic yang dapat mengancam jaringan yang berada di interface GREEN, BLUE, maupun ORANGE. Pada dasarnya IPCop bertugas melindungi ketiga jaringan lainnya dari serangan yang datang dari RED interface.

GREEN interface terhubung ke jaringan lokal atau trusted network yang dilindungi oleh IPCop.

BLUE interface merupakan interface yang bersifat opsional, artinya dapat saja tidak digunakan dan hanya digunakan jika dibutuhkan. Interface ini digunakan untuk akses nirkabel (wireless) yang berbeda dari jaringan lokal (trusted network). Jaringan yang terhubung dengan interface ini hanya dapat berkomunikasi dengan jaringan di interface GREEN menggunakan ‘pinholes’ atau melalui koneksi VPN.

ORANGE interface juga bersifat opsional sama seperti interface BLUE. Bedanya interface ini digunakan untuk melindungi server-server yang dapat diakses dari jaringan luar. Biasanya interface ini digunakan untuk membuat suatu zona aman yang biasa dikenal dengan istilah DMZ atau Demiliterized Zone. Tipe Konfigurasi Network IPCop

Konsep tipe konfigurasi jaringan IPCop berkaitan erat dengan kebutuhan keamanan yang hendak dirancang. Untuk konfigurasi minimal yang digunakan adalah RED/GREEN, dalam tipe ini IPCop melindungi internal network (GREEN) dari Internet (RED). Jika dibutuhkan, kita dapat menghubungkan akses wireless ke interface BLUE dan mengatur IPCop untuk membatasi akses ke jaringan tersebut. Jika kita mempunyai beberapa server yang dapat diakses dari Internet, kita bisa menghubungkannya ke interface ORANGE dan mengatur IPCop untuk membuat untrusted zone DMZ.

Semua interface ini harus dihubungkan dengan NIC, kecuali interface RED dapat dihubungkan dengan NIC atau modem tergantung koneksi Internet yang digunakan. Terdapat delapan tipe konfigurasi network pada IPCop:

    GREEN (RED adalah modem/ISDN)
    GREEN + RED (RED adalah Ethernet)
    GREEN + ORANGE + RED (RED adalah Ethernet)
    GREEN + ORANGE (RED adalah modem/ISDN)
    GREEN + BLUE + RED (RED adalah Ethernet)
    GREEN + BLUE (RED adalah modem/ISDN)
    GREEN + BLUE + ORANGE + RED (RED adalah Ethernet)
    GREEN + BLUE + ORANGE (RED adalah modem/ISDN)



sumber
Baca selengkapnya

Topologi yang menggunakan IPCop dan Mikrotik

Apa Itu IPCop??

IPCop adalah salah satu distribusi GNU/Linux yang penggunaannya dikhususkan dalam kemanan jaringan dengan menyediakan simple-to-manage firewall yang dapat dengan mudah dipasang pada komputer PC. IPCop juga merupakan suatu stateful firewall yang dikembangkan berdasarkan Linux netfilter framework. IPCop pada awalnya dikembangkan oleh tim pengembang Smoothwall Linux, sebuah distribusi dengan fitur yang hampir sama dengan IPCop firewall. Namun dalam perkembangan selanjutnya IPCop dikembangkan dengan konsep terbuka (open source) oleh komunitas secara bebas dan terlepas sepenuhnya dari Smoothwall.




Berikut ini adalah contoh topologi jaringan yang dilindungi menggunakan IPCop Firewall.


Selain itu ada beberapa topologi yang bisa anda terapkan, diantaranya:

    Internet – Modem – IPCop – Mikrotik  – LAN
    Internet  – Modem – Mikrotik – IPCop – LAN
    Internet  – Modem – Mikrotik – IPCop dan LAN (IPCop sejajar dengan LAN)

  Internet – Modem – IPCop – Mikrotik  – LAN

 

Baca selengkapnya

Fungsi dan Kegunaan IPCOP


          IpCop
Ipcop memiliki berbagai macam fungsi diantaranya :
*Router atau proxy yang menghubungkan jaringan local dengan internet.
*Sebagai firewall yang melindungi jaringan local ketika terhubung dengan internet.
*DHCP memberikan alamat IP kepada semua Host yang menjadi client diLAN.

IPCOP menetapkan 4 buah kartu jaringan, yaitu :
1. Kartu Jaringan Merah(Red Network Interface)
digunakan untuk menghubungkan jaringan local dengan internet.
kartu jaringan merah disambung dengan provaider atau dihubungkan
dengan modem.

2. Kartu Jaringan Hijau(Green Network Interface)
digunakan untuk membangun suatu jaringan local (LAN) intraned,
jaringan local yang menggunakan kartu jaringan biasanya dihubungkan
dengan menggunakan kabel utp.

3. Kartu Jaringan Biru(Blue Network Interface)
digunakan untuk jaringan local yang menggunakan media wireless,
kartu jaringan biru biasanya digunakan atau disambung dengan akses point.

4.Kartu Jaringan Orange(Orange Network Interface)
digunakan untuk penambahan sebuah server didalam jaringan dan tidak dapat
diletakkan dalam jaringan hijau dan biru, tetapi harus dipasang pada dinding
pinhol yang terhubung pada kartu jaringan orange.
Baca selengkapnya

Senin, 04 Januari 2016

Studi Kasus EIGRP(2 Router)

Fungsi EIGRP adalah untuk menghubungkan 2 router
1. Buat seperti Gambar Dibawah ini

2. Atur ip  komputer dengan seperti yg tertera di gambar
    PC01 IP : 192.168.1.2 dan gateway 192.168.1.3
3. Atur ip disetiap komputer dengan ip yg tertera di gambar
    PC02 IP : 172.10.10.10 dan gateway 172.10.10.20
4. Kemudian klik 2x router dan pilih CLI
5. lakukan perintah Berikut ini
    Pada Rooter 1
Jika ada pertanyaan awal ketik ‘no’ saja
b.Kemudian Enter
c.Router>enable
d.Router#configure terminal
e.Router(config)#interface fa 0/0
f. Router(config-if)#ip address 192.168.1.3 255.255.255.0
g.Router(config-if)#no shutdown
h.Router(config-if)#exit
i.Router(config)#interface fa 0/1
j.Router(config-if)#ip address 192.168.0.1 255.255.255.252
k.Router(config-if)#no shutdown
l.Router(config-if)#exit
m.Router(config)#exit
n.Router#write

Pada Rooter2
Jika ada pertanyaan awal ketik ‘no’ aja
b.Kemudian Enter
c.Router>enable
d.Router#configure terminal
e.Router(config)#interface fa 0/0
f.Router(config-if)#ip address 172.10.10.20 255.255.0.0
g.Router(config-if)#no shutdown
h.Router(config-if)#exit
i.Router(config)#interface fa 0/1
j.Router(config-if)#ip address 192.168.0.2 255.255.255.252
k.Router(config-if)#no shutdown
l.Router(config-if)#exit
m.Router(config)#exit
n.Router#write

Selanjutnya adalah setting EIGRP…
Pada router 1
a.Press RETURN to get started.
b.Router>enable
c.Router#configure terminal
d.Router(config)#router eigrp 10
e.Router(config-router)#network 192.168.1.0
f.Router(config-router)#network 192.168.0.0
g.Router(config-router)#exit
h.Router(config)#exit
i.Router#write

 Pada router 2
a.Press RETURN to get started.
b.Router>enable
c.Router#configure terminal
d.Router(config)#router eigrp 10
e.Router(config-router)#network 172.10.0.0
f.Router(config-router)#network 192.168.0.0
g.Router(config-router)#exit
h.Router(config)#exit
i.Router#write

Finish .. setelah itu pc dapat saling reply..
Baca selengkapnya

Membuat Jaringan Wireless

kalau kita menggunakan PC standart , untuk jaringan wireless, kita harus
memasangkan peralatan baru untuk PC tersebut, berupa Wireless LAN, karena secara default, PC
tersebut hanya mempunyai sebuah LAN Card, tanpa WLAN..

Buatlah terlebih dahulu topologi nya seperti berikut :


1.  Klik 2x pada PC0, akan tampil kotak dialog seperti dibawah ini…



2.  Klik point (1) untuk mematikan PC, hal ini harus dilakukan atau PC harus mati sebelum kita
memasang WLAN Card

3.  Klik point (2) Linksys merupakan merk WLAN yang akan kita pasang pada PC kita. 
4.  Klik point (3) point ini merupakan LAN yang akan kita lepas dan kita ganti WLAN, cara
melepasnya, klik tahan pada point no 3, lalu tarik pada point no4…sampai kelihatan kosong seperti diatas 

5.  Berikutnya adalah memasang WLAN Card, caranya, klik tahan point no4, dan geser atau tarik
pada point no 3, sampai berubah menjadi seperti berikut…



6.  Jika langkah ke-5 sudah dilakukan, PC harus dihidupkan untuk mensettting IP Address
7.  Berikutnya, atur ip address PC0 menjadi 192.168.2.10



 8.  Lakukan hal yang sama pada PC1 dan atur ip addressnya menjadi 192.168.2.11


9.   Sekarang coba kita ping dari PC0 ke PC1…apa yang akan terjadi…


Dan hasilnya ping sukses..





Baca selengkapnya
 Penggunaan Fungsi Attrib Pada MS-DOS

Penggunaan Fungsi Attrib Pada MS-DOS


1. Klik tombol START, lalu klik “run” (pada windows xp) atau langsung ketik pada kolom “search” (pada windows 7/vista)  ==> cmd lalu enter
2. Pada command prompt ketik : tracert DomainAnda.com lalu enter
Misal tracert i.klikhost.com, maka akan muncul hasil seperti contoh di bawah ini :

    Microsoft Windows [Version 6.1.7600]
    Copyright (c) 2009 Microsoft Corporation.  All rights reserved.
    C:\Users\xxxxx>tracert i.klikhost.com
    Tracing route to i.klikhost.com [103.28.148.18]
    over a maximum of 30 hops:
    1    75 ms    71 ms    76 ms  10.20.30.81
    2    81 ms    74 ms     *     10.20.161.18
    3    82 ms   122 ms    72 ms  10.20.161.40
    4     *       79 ms    63 ms  202.70.56.49
    5    86 ms    71 ms    76 ms  202.70.56.17
    6    89 ms    99 ms    93 ms  ip-177-141.moratelindo.co.id [202.43.177.141]
    7    99 ms    93 ms   103 ms  218.100.36.2
    8   194 ms    93 ms   105 ms  inet.openixp.net [218.100.27.240]
    9   105 ms    96 ms    97 ms  202.129.188.2
    10   101 ms    88 ms    92 ms  202.129.188.166
    11    97 ms    91 ms   110 ms  103.28.148.18
    Trace complete.

Untuk mengkopi hasil traceroute atau hasil ping dari MS-DOS prompt, silahkan klik kanan pada jendela MS-DOS tersebut lalu klik “Mark”. Setelah itu silahkan blok hasil yang ingin Anda kopi, lalu tekan ENTER untuk menyimpan di clipboard. Setelah itu paste di notepad atau email dengan menekan tombol CTRL + V.
Baca selengkapnya